Saturday, September 12, 2009

1 jam via 67

Seketika mobil berwarna kuning dengan tulisan 67 di bagian depan dan sampingnnya, serta banyak lagi tulisan lain yang menghiasibadan mobil itu berhenti sesaat setelah seseorang mengacungkan jari telunjukya ke arah mobil itu.

“Bismillahirrahmanirrahim”

Kaki kanannya pun melangkah masuk ke dalam mobil yang masih berpenumang tiga orang, dengan kata lain masih bisa dengan leluasa memilih akan duduk dimana untuk 1 jam kedepan.
Akhirnya dia memilih pojokan di bangku yang lebih panjang, di ujung bangku panjang masih di deretan yang sama, tampak seorang wanita yang sedang menempelkan telepon genggamnya ke telinganya sampai tidak lama kemudian ia turun dengan telepon genggam yang masih terus menempel dan berganti dengan penumpang-penumpang lain sampai dirasa mobil itu penuh sesak. Diantara penumpang-penumpang itu tampak sepasang kakek dan nenek yang ternyata saling kenal dengan wanita berbaju biru di depannya yang belakangan diketahui mereka bertetangga. Tampak juga tiga orang remaja putri yang ketika masuk telah membuat suasana menjadi ramai dengan percakapan mereka yang terkadang diselingi tawa keras mereka. Seorang lelaki berkemeja putih dan celana bahan berwarna hitam tampak asik dengan buku bacaannya, tak ketinggalan tepat disebelahnya seorang wanita berbaju abu-abu dan berkerudung dengan warna senada yang selalu menyunggingkan senyum tipisnya juga asik membaca (sepertinya) jurnal ilmiah.
Lagi-lagi satu per satu turun, tapi kali ini tidak ada pergantian penumpang sehingga suasana di mobil itu cukup lengang. Tidak lama kemudian seorang gadis remaja berkaos putih dengan menenteng cardigan merah di tangan kiri dan telepon genggam di tangan kanan naik dan tampak cukup gelisah.
Di lampu merah, pengamen tidak mau ketinggalan mengambil peran dengan bermodalkan gitar dan harmonika mendendangkan lagu iwan fals, tapi ntah apa yang ada dipikiran para penumpang itu, tidak terkesan dengan penampilannya atau alasan klise lain (tidak ada uang kecil), tak satu tangan pun yang mengisi gelas plastik bekas air mineral yang diikatkan pengamen itu di ujung gitarnya.

Mobil itu terus melaju sampai akhirnya

”Pinggir bang”


***

Friday, August 21, 2009

editan foto pertama


namanya juga yang pertama, wajar dong agak2 bangga sengihnampakgigi
walaupun hasilnya masi kasar, tapi seneng banget bisa dapet hasil yang seperti ini.

Friday, July 17, 2009

Harry Potter and the Half Blood Prince


Buat yang baru baca bukunya baru pergi nonton mungkin agak kecewa dengan filmnya, ceritanya banyak yang kurang mirip dari yang ada dibuku, tapi bagi yang belum baca atau uda baca tapi uda lupa dengan cerita2 yang ada dibukunya, film ini bener2 menghibur. Saia sendiri termasuk penggemar harry potter dan suka dengan film ini. Menurut saia humornya dapet, dramanya dapet, serunya dapet dan sedihnya juga dapet banget. Overall film ini tidak mengecewakan buat ditonton, ditambah lagi durasi filmnya yang cukup lama (hampir 3jam) cukup lah untuk memuaskan pengemar2 harry potter ataupun penikmat film.
Cerita harry potter ini mungkin bukan cerita favorit saia (my fav is the prisoner of azkaban) tapi filmnya jadi film harry potter favorit saia.


Film ini mungkin cukup happening, terbukti dari uda dibukanya loket untuk tiket yang baru tayang 2 hari kemudian. Gara2 pembukaan loket ini buat orang2 yang pengen nonton pada takut kehabisan tiket, rela-relain ngantri 2 hari sebelum nonton padahal ada temen yang dateng hari itu masi kebagian tiket kok.






Monday, June 15, 2009

NCC MEDAN cooking class


Setelah hanya jadi member pasif di milis NCC, akhirnya bisa ikutan ngumpul2 plus kursus di NCC. Pertama kali denger NCC akan menggelar kursus di Medan, semangat banget buat ikutan. Beneran pengen ikutan semua kursus mulai dari cake dasar, decorating (yang paling pengen) sampe cake international. Tapi apa daya karena masih didanain sama penyandang dana akhirnya cuma bisa ikutan satu kursus aja, cake dasar.


Sebelumnya emang uda kontak2an dengan kak Aurora lewat YM ato FB mau pergi bareng ke kursus yang tempatnya emang ga jauh dari rumah. Akhirnya malah ga jadi karena saia telat datang. hehehehe... malu bgt, rumah paling deket tapi malah yang telat, yang laen ruamahnya pada jauh2 tapi ga pada telat.


Kursusnya seru bgt, orang2 yang ikutan juga pada seru, bu Fat yang ngajar juga ga kalah seru. Yah...apalagi kalo uda wanita2 pada ngumpul, ga mungkin bisa diem2an. Panas kota Medan juga berasa asik aja. Kata - kata yang paling sakti yang selalu diucapin peserta saat kursus cuma satu "ooooooo"

ntah uda berapa banyak ooo yang keluar. foto2 juga ga kalah rame, sayang sekali saia ga bawa kamera, tapi ga pa pa, ga pengang kamera berarti yang difoto, hehehehe (narsis mode on)

Tapi yang paling seru malah kelas bonusnya soft bread (thanx to mbak Mariata yang uda nyiapin bahan2nya). Mungkin karena semuanya ikutan nyoba buat yang hasilnya mengejutkan, bentuknya jadi aneh2, hahahahahaha

sakin semangatnya kak Betty malah sempat jatoh dari kursi, hihihii..

Seruuu bgt bisa ikutan kursus dan membawa pulang satu kotak kue dan roti, walopun cuma satu hari semoga lain waktu bisa ikutan lagi


thanx to bu Fat uda mau dateng
thanx to mbak Mariata yang uda koordinir
thanx to kak ajie yang uda nyiapin tempat
thanx to all yang uda buat suasana seru


semoga foto2nya bisa menyusul

Tuesday, April 21, 2009

WARNING!!!

Bagi orang - orang yang hobi dengan dunia perbukuan (baik yang cuma beli aja ato yang dibaca, heheheheh), paling sebel kalo orang uda minjem buku tapi dibalikin dalam keadaan yang tidak layak lagi atau yang lebih parah ga balik lagi.
Untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan itu, saia mencoba buat proteksi dini dari setiap buku yang saya punya. Salah satunya dengan membuat suatu bacaan yang biasa saya sebut dengan warning.


cara lain untuk melindungi buku dari tangan yang kurang bertanggung jawab melipat halam buku seenaknya biasanya saya melengkapi buku dengan pembatas buku untuk buku yang ga menyediakan pembatas buku. Biasanya sih make bekas tiket nonton atau memang ada beberapa pembatas buku yang dijual di pasaran.

pokoknya lebih baik mencegah daripada mengobati buku yang sudah rusak parah baru kembali ke tangan pemilik.